Selasa, 13 Desember 2016

Macam-macam Bunyi Beep Pada BIOS, Arti, dan Cara Mengatasi Masalahnya


Pembahasan kali ini adalah Macam-macam Bunyi Beep, Arti, dan Cara Mengatasi Masalahnya.
Terkadang ada beberapa orang yang pernah mendengar bunyi beep, tetapi mereka tidak mengerti apa maksud dari bunyi beep tersebut, sehingga ketika ada kerusakan pada PC, mereka tidak tahu apa yang harus mereka cari kesalahannya. Nah, untuk itu Saya akan menjelaskannya pada kalian dengan keterangan di bawah ini.


Saat pertama kali PC dihidupkan, PC secara otomatis akan melewati proses yang dinamakan POST (Power On Self Test), yaitu proses dimana PC akan mengecek semua hardware yang terpasang dalam PC apakah bekerja dengan normal atau ada suatu masalah. Biasanya speaker kecil di dalam PC akan berbunyi beep sebanyak dengan kerusakan yang ada pada PC tersebut. Misalnya berbunyi satu kali pendek, maka PC itu dinyatakan normal dan akan melewati proses POST tersebut.
Berikut arti kode-kode bunyi beep pada BIOS PC yang sering ditemukan :
  • AWARD BIOS :
    • 1 beep pendek → PC dalam keadaan baik
    • 1 beep panjang → Problem di memori
    • 1 beep panjang 2 beep pendek → Kerusakan di modul DRAM parity
    • 1 beep panjang 3 beep pendek → Kerusakan di bagian VGA.
    • Beep terus menerus → Kerusakan di modul memori atau memori video
  • AMI BIOS :
    • 1 beep pendek → DRAM gagal merefresh
    • 2 beep pendek → Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
    • 3 beep pendek → BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama
    • 4 beep pendek → Timer pada sistem gagal bekerja
    • 5 beep pendek → Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
    • 6 beep pendek → Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
    • 7 beep pendek → Video Mode error
    • 8 beep pendek → Tes memori VGA gagal
    • 9 beep pendek → Checksum error ROM BIOS bermasalah
    • 10 beep pendek → CMOS shutdown read/write mengalami errror
    • 11 beep pendek → Chache memori error
    • 1 beep panjang → 3 beep pendek Conventional/Extended memori rusak
    • 1 beep panjang → 8 beep pendek Tes tampilan gambar gagal
  • IBM BIOS :
    • Tidak ada beep → Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
    • 1 beep pendek → Normal POST dan PC dalam keadaan baik
    • Beep terus menerus → Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
    • Beep pendek berulang-ulang → Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
    • 1 beep panjang 1 beep pendek → Masalah Motherboard
    • 1 beep panjang 2 beep pendek → Masalah bagian VGA Card (mono)
    • 1 beep panjang 3 beep pendek → Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
    • 3 beep panjang → Keyboard error
    • 1 beep, blank monitor → VGA card sirkuit
PHOENIX BIOS :
Kode beep pada Phoenix BIOS sedikit berbeda dengan bunyi beep pada type BIOS lainnya. Pada PHOENIX serangkaian beep akan dipisahkan oleh jeda, jadi tidak menurut panjang atau pendeknya, misalnya : beep - beep beep - beep - beep beep akan menjadi 1-2-1-2
  • 1-1-4-1 → Kesalahan Cache (Level 2)
  • 1-2-2-3 → ROM BIOS Checksum
  • 1-3-1-1 → DRAM Segarkan Uji
  • 1-3-1-3 → Keyboard kontroler uji
  • 1-3-4-1 → RAM Kegagalan pada baris alamat xxxx (cek memori)
  • 1-3-4-3 → RAM Kegagalan pada xxxx bit data byte rendah dari bus memori
  • 1-4-1-1 → RAM Kegagalan pada xxxx bit data byte tinggi dari bus memori
  • 2-1-2-3 → ROM pemberitahuan hak cipta
  • 2-2-3-1 → Test untuk interupsi tak terduga
  • 1-1-4 → BIOS rusak
  • 1-2-1 → Motherboard rusak
  • 1-3-1 → Masalah RAM, RAM tidak terpasang dengan baik
  • 3-1-1 → Motherboard Rusak
  • 3-3-4 → Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan baik.

Macam-macam Bunyi Beep Pada BIOS, Arti, dan Cara Mengatasi Masalahnya


Pembahasan kali ini adalah Macam-macam Bunyi Beep, Arti, dan Cara Mengatasi Masalahnya.
Terkadang ada beberapa orang yang pernah mendengar bunyi beep, tetapi mereka tidak mengerti apa maksud dari bunyi beep tersebut, sehingga ketika ada kerusakan pada PC, mereka tidak tahu apa yang harus mereka cari kesalahannya. Nah, untuk itu Saya akan menjelaskannya pada kalian dengan keterangan di bawah ini.


Saat pertama kali PC dihidupkan, PC secara otomatis akan melewati proses yang dinamakan POST (Power On Self Test), yaitu proses dimana PC akan mengecek semua hardware yang terpasang dalam PC apakah bekerja dengan normal atau ada suatu masalah. Biasanya speaker kecil di dalam PC akan berbunyi beep sebanyak dengan kerusakan yang ada pada PC tersebut. Misalnya berbunyi satu kali pendek, maka PC itu dinyatakan normal dan akan melewati proses POST tersebut.
Berikut arti kode-kode bunyi beep pada BIOS PC yang sering ditemukan :
  • AWARD BIOS :
    • 1 beep pendek → PC dalam keadaan baik
    • 1 beep panjang → Problem di memori
    • 1 beep panjang 2 beep pendek → Kerusakan di modul DRAM parity
    • 1 beep panjang 3 beep pendek → Kerusakan di bagian VGA.
    • Beep terus menerus → Kerusakan di modul memori atau memori video
  • AMI BIOS :
    • 1 beep pendek → DRAM gagal merefresh
    • 2 beep pendek → Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
    • 3 beep pendek → BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama
    • 4 beep pendek → Timer pada sistem gagal bekerja
    • 5 beep pendek → Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
    • 6 beep pendek → Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
    • 7 beep pendek → Video Mode error
    • 8 beep pendek → Tes memori VGA gagal
    • 9 beep pendek → Checksum error ROM BIOS bermasalah
    • 10 beep pendek → CMOS shutdown read/write mengalami errror
    • 11 beep pendek → Chache memori error
    • 1 beep panjang → 3 beep pendek Conventional/Extended memori rusak
    • 1 beep panjang → 8 beep pendek Tes tampilan gambar gagal
  • IBM BIOS :
    • Tidak ada beep → Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
    • 1 beep pendek → Normal POST dan PC dalam keadaan baik
    • Beep terus menerus → Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
    • Beep pendek berulang-ulang → Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
    • 1 beep panjang 1 beep pendek → Masalah Motherboard
    • 1 beep panjang 2 beep pendek → Masalah bagian VGA Card (mono)
    • 1 beep panjang 3 beep pendek → Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
    • 3 beep panjang → Keyboard error
    • 1 beep, blank monitor → VGA card sirkuit
PHOENIX BIOS :
Kode beep pada Phoenix BIOS sedikit berbeda dengan bunyi beep pada type BIOS lainnya. Pada PHOENIX serangkaian beep akan dipisahkan oleh jeda, jadi tidak menurut panjang atau pendeknya, misalnya : beep - beep beep - beep - beep beep akan menjadi 1-2-1-2
  • 1-1-4-1 → Kesalahan Cache (Level 2)
  • 1-2-2-3 → ROM BIOS Checksum
  • 1-3-1-1 → DRAM Segarkan Uji
  • 1-3-1-3 → Keyboard kontroler uji
  • 1-3-4-1 → RAM Kegagalan pada baris alamat xxxx (cek memori)
  • 1-3-4-3 → RAM Kegagalan pada xxxx bit data byte rendah dari bus memori
  • 1-4-1-1 → RAM Kegagalan pada xxxx bit data byte tinggi dari bus memori
  • 2-1-2-3 → ROM pemberitahuan hak cipta
  • 2-2-3-1 → Test untuk interupsi tak terduga
  • 1-1-4 → BIOS rusak
  • 1-2-1 → Motherboard rusak
  • 1-3-1 → Masalah RAM, RAM tidak terpasang dengan baik
  • 3-1-1 → Motherboard Rusak
  • 3-3-4 → Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan baik.

#WinExplain: Inilah Pengertian BIOS dan Bagaimana Cara Kerja BIOS


Inilah Pengertian BIOS dan Bagaimana Cara Kerja BIOS
Ketika menghidupkan komputer, layar pertama kali akan menampilkan warna hitam (saat ini) atau biru (beberapa tahun yang lalu) dan berisi beberapa informasi. Setiap komputer memiliki tampilan awal yang berbeda, kadang ada yang menampilkan Award, AMI, Insyde, Sea dan sebagainya. Orang-orang sering menyebut proses tampilan awal komputer menyala itu adalah BIOS.
BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System. Orang mungkin berpikir BIOS untuk mengontrol system input dan output. Tapi BIOS lebih daripada itu, dan sangat tidak mungkin untuk sistem operasi bisa bekerja tanpa BIOS.
 
BIOS telah ada di komputer sejak DOS (Disk Operating System), bahkan sebelum DOS dibuat oleh Microsoft. Ini adalah salah satu komponen terpenting dari komp uter yang tidak sering digunakan bahkan muncul di layar.
Jad buat kamu yang belum mengerti apa pun mengenai BIOS, kali ini WinPoin akan membahas pengertian BIOS, mengapa komputer memperlukan BIOS dan bagaimana cara kerjanya.

Apa Pengertian BIOS?

Apa itu BIOS?? Singkatnya pengertian BIOS adalah sebuah firmware. Disimpan dalam chip di bagian tertentu motherboard dan pada dasarnya untuk membantu load sistem operasi. Jadi OS kamu akan gagal load, jika tidak ada BIOS.
Ketika komputer menyala, perintah BIOS mulai dijalankan. Perintah akan memeriksa RAM dan Processor (jika ada yang salah) di komputer kamu.
  1. Pertama akan memeriksa setiap RAM apakah bekerja dengan benar.
  2. Setelah memeriksa RAM dan Processor, ia akan memeriksa device lain yang terpasang di komputer.
  3. Mendeteksi semua peripheral, termasuk keyboard dan mouse yang kemudian memeriksa boot option.
  4. Boot option diperiksa sesuai urutan di pengaturan BIOS: Boot from CD-ROM, Boot from Hard Drive, Boot from LAN dan sebagainya.
  5. Ia akan memeriksa untuk bootstraps pada device yang kamu urutkan dari pengaturan vendor BIOS.
  6. Setelah melewati semua pemeriksaan komputer barulah ke sistem operasi dengan load bagian penting OS ke RAM.
Ini bukanlah fungsi dan cara kerja BIOS secara lengkap. Proses ini juga memeriksa CMOS, dan chip lain untuk mengatur tanggal dan waktu di komputer, dan load semua driver device ke memory. Ia juga memeriksa dan upload sinyal input dan output ke RAM, jadi sistem operasi tahu apa yang sedang terjadi. Sebagai contoh, jika kamu menekan sebuah tombol, sinyal permintaan akan dibuat dan diteruskan ke BIOS dan meneruskannya ke sistem operasi. Sistem operasi kemudian akan memutuskan tindakan apa yang harus ia lakukan.

Salah satu alasan mengapa sistem operasi tidak dapat bekerja tanpa BIOS, karena yang pertama hardisk atau removable disk. BIOS berusaha load drive dari hardisk dan removable disk, jika mereka baik-baik saja maka semua akan bekerja normal. Setelah itu ia akan load partisi primary dari sistem operasi seperti MBR, GPT, FAT dan sebagainya ke dalam memory, sehingga sistem operasi dapat melanjutkan load sendiri. (Baca: #WinExplain: Apa itu Master Boot Record (MBR)? / #WinExplain: Apa itu GPT Partition atau GUID di Windows??)
Inilah Pengertian BIOS dan Bagaimana Cara Kerja BIOS
Rumit bukan?? Jika WinPoin sederhanakan, BIOS adalah program microprocessor yang digunakan komputer untuk menjalankan sistem dasar. Selain itu ia juga berguna untuk mengatur aliran data antara sistem operasi dengan device yang terpasang, seperti hardisk, video card, keyboard, mouse, printer dan sebagainya.

Bagaimana Mengubah Pengaturan BIOS?

Sangat mudah untuk mengubah pengaturan BIOS kalau itu diperlukan. Perubahan yang paling umum dan orang sering lakukan adalah mengubah BOOT ORDER. Ketika komputer booting, tekan DEL dari keyboard kamu untuk memasuki BIOS. Selain tombol DEL ada juga yang menggunakan tombol Esc, F1, F2, Ctrl+Esc atau Ctrl+Alt+Esc dan sebagainya.
Inilah Pengertian BIOS dan Bagaimana Cara Kerja BIOS

Dari sini kamu akan melihat berbagai pengaturan berdasarkan kategori. Gunakan tab dan arah dari keyboard untuk bergerak. Kadang menggunakan tombol Page Up dan Page Down untuk mengganti isi dari pengaturan tersebut. Ketika kamu selesai, tekan F10 untuk menyimpan dan keluar. Option akan ditampilkan dibagian kanan atau bawah layar sehingga kamu akan tahu tombol apa yang kamu perlukan. Option juga menampilkan tombol tertentu untuk mengubah isi pengaturan.
Inilah Pengertian BIOS dan Bagaimana Cara Kerja BIOS
Isi pengaturan sebagian besar adalah:
  • System Time/Date – Untuk mengatur tanggal dan waktu sistem
  • Boot Sequence – Urutan yang akan BIOS load
  • Plug and Play – Sebuah standar untuk mendeteksi device yang terhubung
  • Mouse/Keyboard – Mengaktifkan Num Lock, Mengaktifkan Keyboard, Mendeteksi Mouse Otomatis dan sebagainya.
  • Drive Configuration – Mengatur hardisk, CD-ROM dan floppy drive
  • Memory – Mengarahkan BIOS untuk mengisi memory tertentu
  • Security – Mengatur Password untuk mengakses komputer
  • Power Management – Pilihan apakah kamu menggunakan power management, serta menetapkan jumlah waktu untuk standby dan suspend.
  • Exit – Simpan perubahan kamu, hapus perubahan kamu atau kembalikan pengaturan seperti semula.

Bagaimana Cara Update BIOS?

Jika ada perubahan komputer komputer, seperti misalnya device baru yang terpasang. Untuk membuat komputer bekerja dengan device tersebut, BIOS harus di upgrade. Jika sistem operasi gagal mendeteksi device tersebut, mungkin ini dikarenakan BIOS tidak mengetahuinya. Kalau kamu mengalami permasalahan seperti ini, mungkin ini adalah ide yang baik untuk memeriksa update BIOS jika tersedia.
Pertama-tama kamu harus mengecek versi BIOS. Kamu bisa melakukannya dengan memasuki BIOS, ketika booting tekan DEL. Setelah itu kamu akan mendapatkan versi BIOS komputer dari cara itu. Kunjungi website manufacture komputer kamu untuk melihat apakah ada update versi terbaru dari BIOS komputer kamu. Jika ada, download dan jalankan itu. Proses ini umumnya akan menyapu bersih semua informasi yang sebelumnya ada chip BIOS dan menulis ulang dengan informasi baru. (Baca: Cara Mengetahui Versi BIOS Tanpa Memasuki BIOS)
Inilah Pengertian BIOS dan Bagaimana Cara Kerja BIOS
Pastikan kamu memiliki power backup ketika update BIOS. Ini dikarenakan kalau komputer kamu mati saat proses, bisa jadi BIOS akan corrupt dan kamu harus memperbaikinya ke tukang service. Booting dari CD/DVD mungkin tidak akan membantu, tergantung sejauh mana BIOS kehilangan power saat proses menulis ulang informasi.
Perlu kamu ketahui, jika komputer kamu baik-baik saja, kamu tidak perlu melakukan update atau flash BIOS. Dalam kasus apa pun, WinPoin sarankan agar kamu tidak mencoba untuk melakukan update BIOS sendiri, sebaiknya bawa ke teknisi komputer yang mungkin sudah berpengalaman.

Bagaimana? Apakah pengetahuan kamu tentang BIOS sudah cukup mendalam sekarang? Ketika kamu sudah mengetahuinya, jangan mengutak-atik pengaturan BIOS dengan sembarangan meskipun ada menu Restore Default Configuration. Alah baiknya jika kamu diamkan seperti aslinya dan atur bagian yang penting saja, seperti date and time dan juga urutan boot di komputer kamu.

apabila ada kesalahan, saya mohn maaf
sekian dri saya terimakasih

MENDIAGNOSA PERMASALAHAN PC DAN PERIPERAL


PEMELAJARAN
Pengenalan   Pesan/Peringatan    Kesalahan Saat Booting pada PC Melalui POST:

1) Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
a)           Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b)           Secara otomatis dilakukan reset terhadap  kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c)            Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d)           Pengecekkan terhadap CMOS,  CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e)           Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f)             Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g)           Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.

2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
No Gejala Diagnosa Pesan/Peringatan Kesalahan
1 CPU dan Monitor mati, tidak ada beep
  1. Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V
  2. Power supply
2 CPU hidup, Monitor Mati, Tidak ada beep
  1. Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor
  2. Monitor
3 CPU hidup, Monitor Mati, ada  beep Disesuaikan dengan beep
Prosedur test  POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit  power supply dan monitor bekerja dengan baik.  Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.
Kode Beep AWARD BIOS
No Gejala Diagnosa Pesan/Peringatan Kesalahan
1 1   beep pendek PC dalam keadaan baik
2 1   beep panjang Problem di memori
3 1 beep panjang 2 beep pendek Kerusakan di modul DRAM parity
4 1 beep panjang 3 beep pendek Kerusakan di bagian VGA.
5 Beep terus menerus Kerusakan di modul memori atau memori video

Kode Beep AMI BIOS
No Gejala Diagnosa Pesan/Peringatan Kesalahan
1 1 beep pendek DRAM gagal merefresh
2 2 beep pendek Sirkuit  gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
3 3 beep pendek BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.
4 4 beep pendek Timer pada sistem gagal bekerja
5 5 beep pendek Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
6 6 beep pendek Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7 7 beep pendek Video Mode error
8 8 beep pendek Tes memori VGA gagal
9 9 beep pendek Checksum error ROM BIOS bermasalah
10 10 beep pendek CMOS shutdown read/write mengalami errror
11 11 beep pendek Chache memori error
12 1 beep panjang 3 beep pendek Conventional/Extended memori rusak
13 1 beep panjang 8 beep pendek Tes tampilan gambar gagal

Kode Beep IBM BIOS
No Gejala Diagnosa Pesan/Peringatan Kesalahan
1 Tidak ada beep Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
2 1 beep pendek Normal POST dan PC dalam keadaan baik
3 beep terus menerus Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
4 Beep pendek berulang-ulang Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
5 1 beep panjang 1 beep pendek Masalah Motherboard
6 1 beep panjang 2 beep pendek Masalah bagian VGA Card (mono)
7 1 beep panjang 3 beep pendek Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
8 3 beep panjang Keyboard error
9 1 beep, blank monitor VGA card sirkuit


Pengenalan Pesan/Peringatan Kesalahan Saat Aktifasi Sistem Operasi dan Menjalankan Aplikasi Program:
1) Prosedur Test
Test yang dilakukan bertahap yaitu aktifasi sistem operasi dan program aplikasi. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan  adalah sebagai berikut :
a)     Aktifasi Sistem Operasi
Sistem operasi yang digunakan dalam test ini adalah windows 98, prosedur yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
  • Menghidupkan PC.
  • PC melakukan POST pada saat booting dan harus dapat dilewati.
  • PC mulai mencari sistem operasi di media penyimpan dengan urutan prioritas berdasarkan setting BIOS, misal CDROM, HDD lalu Diskdrive.
  • PC menjalankan Sistem Operasi yang didahullui dengan menjalankan file-file sistem yaitu MS Dos.sys, IO.sys, Himem.sys dan command com.
  • Jika proses d) berhasil maka selanjutnya dijalankan config.sys dan autoexec.bat.
  • Pengecekkan konfigurasi sistem windows yaitu file sistem.ini dan win.ini dan dijalankan.
  • Pengecekkan adanya file stratup dan dijalankan.
  • Pengecekkkan kondisi hardware melalui device manager.
  • Pengecekkan kondisi Start Up menu dan fungsi-fungsi dasar sistem operasi yaitu mengkopi file, memindah file, mengganti nama file, membuat folder/direktori dan lain-lain.
  • Pengecekkan prosedur shutdown.
b)     Program aplikasi
  • Pengecekkan program aplikasi dengan menjalankan program dan menutup program.
  • Pengecekkan fungsi-fungsi menu program aplikasi.
  • Pengecekkan besarnya file-file program aplikasi, yaitu dibandingkan dengan master, terutama file-file eksekusi (file yang berekstensi EXE dan COM) dan file hasil program aplikasi misal dokumen dari Ms Word.
  • Pengecekkan terhadap kecepatan mengakses program aplikasi dan data.
Kedua test di atas akan memberikan response sebagai pesan/peringatan kesalahan, hal ini akan  membantu user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang ada.

2) Pesan/Peringatan Kesalahan
Pesan/peringatan kesalahan dapat diketahui melalui tampilan secara visual dilayar monitor dan performance kinerja PC yang dapat dirasakan oleh user pada saat menggunakan PC.
Berdasarkan prosedur tes yang dilakukan maka didapatkan pesan/peringatan kesalahan sebagai gejala masalah di PC, yaitu sebagai berikut :





Aktifasi Sistem Operasi

No Gejala Diagnosa Pesan/Peringatan Kesalahan
1 Booting terhenti setelah berhasil melaksanakan POST
  1. Instalasi fisik hard disk, setting device, prioritas boot pada CMOS setup bermasalah.
  2. Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file sistem operasi rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
2 Kinerja booting sampai ke windows berlangsung de-ngan lambat.
  1. Manajemen memori bermasalah.
  2. Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file sistem operasi rusak, ada file yang hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder Monitor.
3 Windows explorer tidak dapat dijalankan, tidak dapat mengcopi, meng-ganti nama file dan lain-lain Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file windows explorer  rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
4 Start menu tidak dapat dijalankan Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file windows explorer  rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder.
5 Prosedur Shutdown tidak dapat dilaksanakan Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file windows explorer  rusak, hilang, terkena virus, ber-ganti nama atau berpindah folder.
6 Prosedur Shutdown ber-henti sebelum komputer benar-benar mati
  1. Reset CMOS battery.
2. Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file sistem operasi rusak, ada file yang hilang, terkena vi-rus, berganti nama atau berpin-dah folder.
Langkah-langkah mengenal dan Mengidentifikasi  Pesan/Peringatan Kesalahan:
1) Prosedur Test
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan eksternal, yaitu printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse PS2 dan serial, Monitor yang selalu terpasang di card VGA, disket untuk pengujian disk drive dan CD untuk CD ROM drive. Dan dengan Program Aplikasi misalnya Microsoft word dapat dicoba beberapa kemungkinan kesalahan. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan  adalah sebagai berikut :
1)           Semua peralatan dipasang pada port yang sesuai. Khusus mouse sebaiknya bergantian (PS/2 atau COM 1 atau COM 2, atau USB).
2)           Booting komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O. Jika tidak ada masalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik.
3)           Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
4)           Pengecekkan tampilan pada layar monitor, jika tidak ada masalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
5)           Pengecekkan paralel port dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
6)           Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
Test dilakukan termasuk dengan mengecek driver dari peralatan yang dihubungkan dengan I/O. Karena bisa saja sesuatu peralatan atau komponen yang dipasang dapat bekerja, tetapi tidak optimal karena driver yang digunakan belum sesuai dengan peralatan.

2) Pesan/Peringatan Kesalahan
Pesan/peringatan kesalahan dapat diketahui melalui tampilan secara visual dilayar monitor dan dapat berkerjanya peralatan yang terpasang di I/O.
Berdasarkan prosedur tes yang dilakukan maka akan didapatkan pesan/peringatan kesalahan sebagai tanda adanya masalah di PC. Adapun gejala dan pesan tersebut adalah sebagai berikut :

No Gejala Diagnosa Pesan/Peringatan Kesalahan
1 Keyboard tidak bekerja
  • Hubungan Keyboard dan PC  bermasalah
  • Keyboard rusak atau saluran keyboard di Motherboard rusak
2 Mouse tidak bekerja (PS2/Com/USB)
  • Hubungan Mouse dan PC  bermasalah
  • Mouse rusak atau saluran mouse (PS2/Com/USB) di Motherboard rusak
3 Monitor Tidak Dapat menampilkan gambar
  • Hubungan antara VGA card dan monitor bermasalah
  • VGA card brmasalah
  • Monitor bermasalah
4 Monitor menampilkan resolusi dan warna tidak optimal
  • Setting driver monitor
  • Hubungan antara VGA card dan monitor bermasalah
  • VGA card brmasalah
  • Monitor bermasalah
5 Print preview pada program aplikasi tidak daat dilakukan Driver printer belum terintsall
6 Print tidak dapat dilaksanakan (Printer melaui LPT/USB)
  • Driver belum benar
  • Hubungan printer dengan LPT/USB bermasalah
  • Power belum aktif
  • Tidak tersedia kertas atau tinta tidak tersedia.
  • Catride tinta tidak ada
  • Printer rusak
7 Mencetak tidak sesuai dengan yang diinginkan, misal berulang-ulang, hal tidak sesuai dll Setting printer belum sesuai
8 Disk dan CD ROM tidak terdeteksi
  • Hubungan instalasi fisik dan power disk/CD ROM  dengan motherboard bermasalah.
  • Setup di BIOS belum sesuai
  • Aktifasi hardware diskdrive di windows bermasalah
9 Disk atau CD ROM Tidak dapat membaca data
  • Disket/CD ROM yang dibaca bermasalah
  • Head atau sensor baca (optic) bermasalah, mungkin kotor, setting fisik berubah atau sudah lemah (rusak)


3) Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi  Pesan/Peringatan Kesalahan
Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan,  peserta diklat harus mempraktekkan dan mengamati PC dari saat booting, aktifasi sistem operasi, menjalankan beberapa aplikasi, mencoba peralatan I/O dan membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, setting peralatan baru. Dari situ akan diketahui bekerja tidaknya I/O atau peralatan I/O yang terpasang.
  1. 3. Kegiatan Belajar  4: Klasifikasi, Identifikasi, dan Penentuan Hipotesa Awal Penyebab Masalah
  2. a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1)     Peserta diklat mampu mengklasifikasikan permasalahan pengoperasian PC dan peripheral berdasarkan kelompok masalah
2)     Peserta diklat mampu mengidentifikasi kemungkinan penyebab permasalahan pengoperasian PC dan peripheral.
3)     Peserta diklat mampu menentukan hipotesa awal penyebab  permasalahan pengoperasian PC dan peripheral.

Klasifikasi Permasalahan Pengoperasian PC:
a) Hardware / Perangkat keras
Masalah pada perangkat keras diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :
(1) Internal
Permasalahan hardware secara internal yaitu permasalahan yang muncul pada komponen sistem komputer yang meliputi isi CPU,  yaitu: motherboard, VGA card, CHIP BIOS, RAM, Sound card, Prosessor, Harddisk, CD ROM, Power supply dan komponen lainnya yang terpasang, monitor, keyboard, mouse dan lain-lain.

No Komponen Gejala Permasalahan
1 Monitor
  • Monitor mati
  • Monitor blank
  • Monitor menampilkan gambar tidak proporsional
  • Warna tampilan tidak sesuai aslinya
  • Monitor berkedip-kedip
2 Motherboard
  • CPU mati
  • Komputer cepat panas dan atau hang
  • Kinerja komputer lambat
  • Tidak dapat shuddown
  • Komputer selalu meminta setup cmos
3 Port Paralel (LPT)
  • Tidak dapat mencetak di printer
  • Tidak dapat melakukan hubungan  komunikasi dengan computer lain melaui Laplink dengan parallel port
4 Port Serial
  • Mouse melalui serial port tidak dapat digunakan
  • Peralatan eksternal lain yang melaui serial port tidak dpat digunakan, seperti modem eksternal
5 Port Game Tidak dapat atau akses melaui joystick yang terpasang di port game kacau
6 Port USB
  • Mouse atau perlatan eksternal lain yang terpasang di port USB tidak dapat bekerja tau kacau. Peralatan lain seperti printer, flash memory, scanner, kamera digital.
7 VGA Card
  • CPU mati
  • Gambar kacau
  • Setting tidak maksimal
  • Tidak dapat mengakses program tertentu
  • Akses grafik lambat
8 Sound Card
  • Tidak ada atau kacau suara yang keluar di speaker aktif
9 RAM
  • CPU mati
  • Memori yang terbaca pada saat POST tidak sesuai
  • Akses program lambat
10 Prosessor
  • CPU mati
  • Prosessor cepat panas
  • Prosessor sering Hang
11 Chip BIOS
  • CPU mati
  • Tidak dapat booting
  • Tidak dapat melakukuan identifikasi hardware dan POST
12 Hard disk
  • Tidak terdeteksi BIOS
  • Tidak dapat booting
  • Cepat Hang
  • Akses program lambat
13 Disk drive Tidak dapat membaca/menulis /memformat/menghapus isi disk
 
14 CD/DVD ROM Read/Write Tidak dapat membaca/menulis /memformat CD/DVD
15 Kabel Data Hardisk,diskdrive,CDROM tidak terdeteksi atau tidak dapat diakses
16 Power Supply CPU mati
17 Panel depan CPU Saklar/lampu mati dan CPU tidak dapat dihidupkan
18 Keyboard
  • Keyboard mati, tidak terdetekdi BIOS
  • Tombol ada yang tidak dapat digunakan
19 Mouse
  • Mouse tidak terdeteksi windows & tidak dapat digunakan
  • Slah satu fungsi mouse tidak dapat digunakan
20 Speaker aktif
  • Speaker mati
  • Suara speaker tidak keluar
21 Dll

(2) Eksternal
Permasalahan hardware secara eksternal yaitu permasalahan yang muncul pada komponen sistem komputer yang terpasang di luar komputer dan berfungsi sebagai fasilitas pelengkap komputer, di antaranya yaitu : printer, modem eksternal, TV tuner eksternal, scanner, dan lain sebagainya.

No Komponen Gejala Permasalahan
1 Printer
  • Printer mati
  • Selalu muncul warning di monitor
  • Mencetak tidak sesuai setting
  • Catridge/pita tidak terdeteksi
  • Tinta/pita habis atau buram
  • Print kertas double
2 TV tuner
  • TV tuner mati
  • Gambar tidak jelas
  • Tidak dapat menyipan ke memori
  • Suara tidak ada
3 Modem
  • Modem mati
  • Tidak dapat menghubungi provider (ISP)
  • Akses internet lambat
4 Scanner
  • Scanner mati
  • Tidak dapat membaca berkas/blank
  • Hasil scan pecah-pecah
5 Flash memory
  • Flash memory mati
  • Tidak terdeteksi oleh system operasi
  • Tidak dapat membaca/menulis/ menghapus data.
6 Kamera digital
  • Kamera  mati
  • Tidak dapat membaca berkas/blank
  • Hasil foto pecah-pecah
7 CD/DVD ROM Read/Write eksternal Tidak dapat membaca/menulis /memformat CD/DVD
8 Dll

b) Software / Perangkat lunak
Masalah pada perangkat lunak diklasifikasikan menjadi 3 yaitu:
(1) Perangkat lunak BIOS
Chip BIOS (Basic Input Output System) biasanya berupa EEPROM yang berisi program system mendasar dari komponen I/O, termasuk di dalamnya POST. Sebagai sebuah program BIOS juga dapat mengalami masalah di antaranya yaitu :
  • Komputer mati
  • Komputer hidup tapi blank atau tidak ada tampilan di layar dan tidak ada aktivitas.
    • Komputer tidak dapat di setting hardwarenya, setting kacau dan POST tidak jalan.
(2) Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola semua sumberdaya sistem komputer, diantaranya yaitu : perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja.
(3)  Program aplikasi
Program aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi tertentu seperti mengetik, menggambar, menghitung, mendengarkan musik dan lain sebagainya. Program aplikasi yang dimaksud adalah semua perangkat lunak selain sistem operasi, diantaranya yaitu program aplikasi seperti: perkantoran, termasuk  bahasa pemrograman, virus, utility dan lain-lain. Pengelompokkan ini belum diklasifikasikan berdasarkan jenis maupun kegunaan aplikasinya.
Permasalahan yang sering muncul berdasarkan klasifikasi perangkat lunak diantaranya, yaitu :
No Komponen Permasalahan
1 BIOS program
  • Komputer mati
  • Komputer hidup tapi blank atau tidak ada tampilan di layer dan tidak ada aktivitas.
  • Komputer tidak dapat di setting hardwarenya, setting kacau dan POST tidak jalan
2 Sistem Operasi
  • Tidak dapat booting
  • Kinerja booting sampai ke windows berlangsung dengan lambat
  • Windows exsploler tidak dapat dijalankan, tidak dapat mengcopi, mengganti nama file dan lain-lain
  • Start menu tidak dapat dijalankan
  • Prosedur Shutdown tidak dapat dilaksanakan
  • Prosedur Shutdown berhenti sebelum komputer benar-benar mati
3 Program aplikasi
  • Program tidak ada di start menu, desktop
  • Program tidak dapat dijalankan
  • Kinerja program lambat
  • Program selalu meminta CD
  • Fungsi-fungsi menu tidak dapat dijalankan
  • Tidak ditemukan file data, tidak dapat membuka file data  atau ekstensi file data berubah

Klasifikasi gejala permasalahan yang muncul dapat pula dilakukan berdasarkan kerusakannya, misalkan dengan urutan komputer mati, booting sampai dengan menjalankan aplikasi.
2) Identifikasi Kemungkinan Penyebab Permasalahan
Berdasarkan klasifikasi permasalahan yang ada maka kemungkinan penyebab dapat diidentifikasi dengan cara melokalisir permasalahan sehingga ruang lingkup kemungkinan kerusakan menjadi lebih sempit baik secara hardware maupun software, karena dalam banyak masalah keduanya saling terkait. Sebagai contoh, yaitu : hard disk tidak terdeteksi oleh PC, kemungkinan kerusakan ada disekitar hard disk yaitu :
Hardware :
  • Hard disk, setting jamper hard disk
  • Kabel data dan power ke hard disk
  • Bus I/O pada motherboard
Software :
  • BIOS setting
Bagian-bagian yang sudah diidentifikasi dapat dilakukan pengecekkan, sebaiknya dilakukan dari hardware dulu, baru software.
Dengan cara melokalisir seperti di atas dimungkinkan permasalahan akan relatif cepat diketahui.
3) Menentukan Hipotesa Awal Penyebab Masalah
Hasil dari identifikasi, dimana kemungkinan masalah sudah diketahui. User dapat memperkirakan dan menentukan hipotesa awal penyebab dari permasalahan.
Untuk mendukung menentukan hipotesa awal user harus mengetahui semua komponen dan fungsinya pada sistem komputer, serta beberapa data kemungkinan penyebab kerusakan komputer, misalnya tegangan AC tidak stabil, debu yang lembab di motherboard komputer, head pembaca disk yang kotor dan lain sebagainya.
Selanjutnya dapat dilakukan pemikiran sebab akibat yang terjadi. Sebagai contoh :
Diskdrive tidak dapat membaca disket, lampu disk hidup saat proses pembacaan disket :
Kemungkinan kerusakan pada :
  • Disket:disket sudah rusak/kotor pada lempengan data
  • head disk drive kotor: kemungkinan disebabkan debu menempel di head disk drive
  • Motherboard, kabel data: kemungkinan karena soket kabel data sudah aus/tidak kencang atau ada yang putus
Dengan melihat hubungan sebab akibat user dapat menentukan hipotesa awal untuk mempermudah perbaikan.

4) Prosedur Test
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan luar, seperti printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse yang terpasang pada port PS/2 atau serial, monitor yang selalu terpasang di card VGA, disket untuk pengujian diskdrive dan CD untuk CD ROM drive. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan  adalah sebagai berikut :
a)           Semua peralatan dipasang pada port yang sesuai. Khusus mouse sebaiknya dipasang pada serial port (COM1, COM2, PS/2) secara bergantian.
b)           Booting Komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O. Jika tidak bermasalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik.
c)            Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
d)           Pengecekkan tampilan pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
e)           Pengecekkan port paralel dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
f)             Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
g)           Pengecekkan kemungkinan-kemungkinan kerusakan hardware dan software. Instalasi komponen hardware, secara bergantian dilepas dan dipasang kembali (saat melepas dan memasang komponen hardware kondisi PC harus dimatikan terlebih dahulu) kemudian komputer dihidupkan kembali. Amati dan catat kondisi yang terjadi.
h)           Pengecekkan pada PC, apabila driver hardware dihapus dan kemudian diinstal kembali.
Tes dilakukan untuk mendapatkan data klasifikasi, identifikasi dan kemungkinan untuk menentukan hipotesa awal pada permasalah komputer.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja:
1)           Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
1)           Cek semua hubungan instalasi sebelum memulai praktek.
2)           Mintalah guru untuk membantu mengecek jika ada yang meragukan.
3)           Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah ditentukan

Langkah Kerja
1)           Siapkan alat dan bahan.
2)           Periksa semua hubungan instalasi PC.
3)           Hidupkan PC, amati selama proses booting dan aktifasi sistem operasi. Apakah PC dalam kondisi baik, jika dalam kondisi, kemudian matikan dengan prosedur shut down yang benar.
4)           Lepaskan instalasi beberapa komponen yang dapat dilepas, seperti prosessor, hard disk,disk drive, Ram, VGA card, kabel monitor, power supply, dan lain sebagainya. Pelepasan tersebut dilakukan secara bergantian satu per satu.
5)           Hidupkan kembali komputer, amati dan catat hal-hal apa saja yang terjadi.
6)           Pasangkan kembali komponen yang dilepas, ulangi langkah d dan e untuk komponen yang berbeda.
7)           Jika saat salah satu komponen dilepas, komputer dapat booting sampai ke windows, biarkanlah. Amati dan catat proses yang terjadi.
8)           Jika variasi pelepasan semua komponen sudah dilakukan, pasang kembali dan lakukan booting  sampai ke windows.
9)           Melalui mycomputer, klik kanan tombol mouse, pilih  —> properties—-> device manager, hapus atau remove isi display adapter.


10)      Booting kembali komputer, amati dan catat apa yang terjadi pada kondisi komputer  selanjutnya.
11)      Instalkan kembali driver komponen yang telah dihapus. Lakukan langkah i untuk komponen windows yang lain.
12)      Selama percobaan ikuti prosedur dan selalu bertanya kepada guru pembimbing.
13)      Laporkan hasil pekerjaan anda kepada guru pembimbing (pengajar).
14)      Jika semua telah selesai kembalikan semua hubungan instalasi seperti semula dan cek ulang. Jika sudah benar kembalikan semua alat dan bahan ke tempat semula.

Pemeriksaan PC  Berdasarkan Urutan yang Telah Ditentukan: Adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan komputer tersebut adalah sebagai berikut :
1)           Mengidentifikasi permasalahan
Masalah yanga ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur, diantaranya, melalui POST.
2)           Menganalisis permasalahan
Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan melalui POST atau pun oleh komponen lain dikomputer dianalisis letak atau sumber komponen yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan.
3)           Mengklasifikasikan permasalahan
Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat dilakukan berdasarkan hardware, software atau permasalahan itu sendiri.
4)           Menentukan hipotesa awal penyebab masalah
Dengan mengklasifikasikan suatu permasalahan, maka dapat ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalah dan penyebab masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang tepat dalam mengatasi masalah dan mencegah timbulnya kembali masalah yang sama.
5)           Mengisolasi permasalahan
Masalah yang sudah diklasifikasikan, difokuskan pada ruang lingkup yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan tidak terjadi salah dalam menangani masalah. Misalkan kerusakan terjadi pada CD ROM, tetapi penanganan dilaksakan pada masalah VGA Card.
6)           Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan
Langkah-langkah yang dilakukan merupakan bagian dari semua langkah dari modul kegiatan belajar 1 sampai 5, oleh karena itu semua saling terkait menjadi 1 kesatuan mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan peripheral.
Pada modul ini difokuskan pada mengisolasi permasalahan melalui langkah-langkah prosedur mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan peripheral.

Prosedur Test
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan luar, antara lain printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse terpasang pada PS/2 atau serial port, monitor yang selalu terpasang pada VGA card, disket untuk pengujian disk drive dan CD untuk CD ROM drive. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan  adalah sebagai berikut :
1)           Semua peralatan dipasang sesuai port yang dibutuhkan. Khusus mouse sebaiknya dipasang pada serial port (COM1, COM2, PS/2) secara bergantian.
2)           Booting Komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O. Jika tidak bermasalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik. Khusus mouse sebaiknya dipasang pada serial port (COM1, COM2, PS/2) secara bergantian.
3)           Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
4)           Pengecekkan tampilan pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
5)           Pengecekkan port paralel dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
6)           Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
7)           Pengecekkan kemungkinan-kemungkinan kerusakan hardware dan software. Instalasi komponen hardware, secara bergantian dilepas dan dipasang kembali (saat melepas dan memasang komponen hardware kondisi PC harus dimatikan terlebih dahulu) kemudian komputer dihidupkan kembali. Amati dan catat kondisi yang terjadi.
8)           Pengecekkan pada PC, apabila driver hardware dihapus dan kemudian diinstal kembali.
9)           Mengidentifikasi permasalahan.
10)      Menganalisis permasalahan.
11)      Mengklasifikasikan permasalahan.
12)      Menentukan hipotesa awal penyebab masalah.
13)      Mengisolasi permasalahan.
Apabila dalam tes terdapat permasalahan maka lakukan langkah 9 sampai dengan 13.

Sebelum melakukan percobaan, komputer dipastikan dalam keadaan baik dan peserta diklat membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, setting driver peralatan baru.

Cara Merakit Komputer PC


Panduan Cara Merakit Komputer Sendiri dengan Benar -Komputer merupakan sebuah perangkat elektronik yang dapat membantu pekerjaan manusia, pada dasarnya komputer awalnya digunakan sebagai alat hitung. Namun sekarang sudah berkembang menjaid banyak fungsinya, dengan adanya komputer kita dapat melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan digital.
Cara Merakit Komputer PC Sendiri
Banyak hal yang dapat anda lakukan dengan komputer, misalnya saja anda dapat mengakses internet, menjalnkan aplikasi pc dan masih banyak lagi. Nah pada kesempatan ini saya akan bagikan panduan step by step tentang persiapan komponen komputer hingga proses perakitan komputer dengan mudah dan benar.
Anda dapat mengikuti cara merakit komputer pc sendiri dengan benar, sebelum anda merakit komputer maka alangkah baiknya simak artikel ini agar tidak ada proses yang keliru dalam perakitan sebuah komputer. Sebelum ke tutorial merakit komputer, maka anda hendaknya mengetahui mana saja yang harus disiapkan dalam merakit komputer agar dapat berjalan denga baik, adapun komponen-kompone komputer yang harus anda siapkan sebagai berikut.

Komponen Hardware Komputer (PC) yang Harus Ada

Merakit sebuah komputer sebenarnya kegiatan yang menyenangkan bagi yang suka otak-atik perangkat komputer, anda bisa belajar sendiri memahami komponen demi komponen yang ada didalam komputer termasuk bagian CPU. Anda perlu mempersiapkan komponen komputer seperti:
  1. Casing Komputer
  2. Harddisk
  3. Motherboard
  4. Processor
  5. Heatsink dan Kipas komputer
  6. Memory Komputer (RAM, VGA Card)
  7. CD Driver
  8. Monitor, Speaker, Keyboard dan Mouse
Komponen diatas wajib untuk anda penuhi untuk dapat menjalankan sebuah komputer dengan baik, dengan dukungan komponen hardwae yang bagus da akan menghasilkan performa komputer yang bagus juga. Selain hardware anda juga harus siapkan peralatan pendukung seperti, obeng, tang dan alat lainya. Oke marilah kita simak cara mudah merakit komputer sendiri seperti berikut.

Cara Merakit Komputer PC Sendiri dengan Lengkap dan Benar

Ada beberapa langkah yang harus anda lakukan untuk merakit komputer sendiri, agar dapat merakit sebuah komputer yang benar dan ada baiknya anda menyimak tutorial dibawah ini dengan cermat.

#1. Cara Pasang Processor ke Motehrboard
      Motherboard merupakan sebuah hardware yang sangat penting pada bagian komputer, motherboard sebagai papan tempat untuk menghubungkan semua perangkat komputer lainya. Sebenarnya ada banyak tiper dan merek motherboard yang ada dipasaran, pastikan sudah memilih motherboard yang sesuai dengan kebutuhan anda.

 Langkah utama yang harus anda lakukan adalah dengan memasang CU pada motheboard, pastikan anda memperhatikan akan hal yang sangat penting ini. Tidak sedikit dari orang awam yang baru belajar merakit komputer beranggapan bahwa semua socket atau slot pada pernagkat itu sudah sesaui dengan tepatnya, memang untuk slot yang sudha ada akan disesuaikan dengan setiap perangkat input dan output. Namun perlu anda ketahui bahwa ada beberapa socket khusus yang hanya serupa namun tak serasi, artinya untuk lubangnya dan colokanya sama, akan tetapi tidak berada di tempatnya.
cara memasang komponen komputer
Contoh bisa terjadi kekeliruan pada saat pemasangan processor, untuk itu anda harus lakukan pemasang processor dengan benar seperti berikut:
a. Perhatikan tentang tanda penunjuk yang ada pada processor, pada setiap processor pasti akan terdapat sebuah tanda pada bagian sudut processor itu sendiri. Anda harus samakan tanda yang ada di motherboard denga processor, ingan jangan sampai terbalik atau fatal akibatnya jika terbalik.
Untuk motherboard saat ini, tanda tersebut tersebut hanya akan anda jumpai pada cover yang menutupi socket processor. Tetapi jika anda teliti dalam memasang socket processor, maka memiliki beberapa tanda yang harus disamakan dengan processor, sayangnya tanda tersebut sangat kecil sehingga susah untuk dilihat dan anda harus benar-benar jeli dalam memasang socket tersebut.
b. Ketika sudah tahu pemasangat processor dengan tepat, kemudian angkat pengunci socket CPU tersebut agar terbuka,
c. Pasang CPU sesuai dengan tanda.
d. Lalu pasang kembali tuas atau bisa disebut kunci pengaman socket.

#2. Cara Pasang Motherboard ke Casing
Ketika CPU sudah terpasang pada motherboard, maka kemudian anda memasang motherboard di casing cpu, cara pemasangan motherboard ke casing sebenarnya cukup mudah. Ana tinggal memasangnya yang sesuai dengan posisi port dengan casing, biasanya processor akan selalu berada di bagian atas untuk casing tower. Lalu anda dapat lubangi untuk setiap bagian sekrup ke casing dan pastikan agar terpasang dengan kuat.
cara mudah merakit komputer pc
#3. Cara Pasang Heatsink Processor
Pada tahap ke tiga anda perlu melakukan peakitan pada heatsink processor, heatsink adalah sebuah merangkat hardware komputer yang berupa alumunium untuk pendinginan, heatsink sendiri biasanya telah lengkap dengan keberadaan kipas. Sedangkan untuk heasink pada chipset pendukung CPU seperti (Nortvrudge dan Southbridge) biasanya terdiri tanpa adanya kipas.
Saat ini chipset southbridge sudah tidak diproduksi lagi, dalam pemasangat heatsink anda harus berhati-hati. Anda dapat memberikan gel atau termal pasa pada processor tersebut, tujuanya untuk sebagai penghantar panas processor ke heatsing.
cara merakit komputer paling praktis
Kemudian pasang konekstor kipas heatsink yang ada pada bagian slot yang telah disediakan, lokasinya ada disekitar processor yang secara umum jumlahnya 3 pin. Untuk heatsink processor jenis Intel pemasanganya lumayan sulit, terlebih dahulu anda masukan 4 penguncinya dan setelah itu tinggal putar sambil tekan sesuai arah jarum jam.

#4. Cara Pasang Memori/RAM ke Motherboard
Lalu pada proses selanjutnya anda perlu memasang ram ke motherboard, RAM atau Random Access Memory adalah sebuah hardware komputer yang membantu processor dalam bekerja dengan stabil, selain itu ram juga sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum data diproses. RAM juga memiliki berbagai macam versi seperti DDR2, DDR3 dan terbaru adalah DDR4.

Biasanya untuk pc saat ini keseluruhan menggunakan RAM jenis DDR3 sedangkat untuk merakit komputer gaming akan berbeda dengan komputer pada umumnya, cara memasang ram ke motherboard adalah dengan:
a. Buka pengunci RAM, kemudian masukan atau pasang RAM pada slot yang ada dengan posisi yang tepat.
b. Kemudian anda tekan RAM hingga terdengar bunyi klik, hingga pengunci ram otomatis terkunci. Setelah itu anda  cukup merapatkan bagian saja dan pastikan bagian ram sudah teprasang dengan benar.
cara merakit sendiri pc komputer

#5. Cara Pasang Power Supply
Power Supply merupakan sebuah perangkat yang dapat mengubah arus listrik yang akan masuk ke komputer dari AC ke DC atau bisa sebaliknya, ketika anda membeli sebuah casing maka biasanya sudah ada power supply. Tetapi jika untuk PC rakitan tidak ada power supply, maka anda dapat membeli power supply sendiri, berikut contoh power gambar power supply.
langakah perakitan komputer ampuh

Langakh memasang power supply di motherboard dengan benar:
a. Terlebih dahulu pasang power supply pada casing yang memiliki lubang belakang paling besar, secara umum lokasinya ada diatas atau dibawah casing CPU, kemudian pasang dengan baut yang ada dan kencangkan.
b. Bagi komputer keluaran terbaru jumlah PIN power ke motherboard ada 24 PIN atau sering disebut power Supply BTX. Kemudian pasang koneksotr pada power supply tersebut ke socket power motherboard dengan kencang.  Biasanya untuk konekstor processor terdapat 4 hingga 8 pin mohterboard.
cara mudah merakit pc sendiri

#6. Cara Pasang Kabel Motherboard dan Casing
Biasanya pada motherboard akan dilengkapi dengan kabel tambahan, sebaga contoh seperti kabel data SATA/IDE. Oleh sebab itu anda pasang kabel tersebut pada scocket masing-masing yang sesui, untuk kabel casing sendiri biasanya untuk power On/Off, restart, Audio Port, USB Port dan LED HDD komputer. Kemudian pemasangan kabek dari casing tersebut biasanya akan banyak mengalami kendala, lihat gambar dibawah ini untuk lebih jelas lagi.
cara gampang rancang komponen pc

#7. Cara Pasang Drive
Ketika semua kabel terpasang maka saatnya anda pasang drive harddisk, CD/DVD ROM dengan cara berikut:
  • Copot bagian penutup depan casing, kemudian masukan CD/DVD ROM melalui bagian depan casing. Setelah itu sejajarkan posisi baut yang telah tersedia dan jika selah sejajak baka pasang kabel data dari motherboard (IDE/SATA) dan juga kabel power yang dari power supply.
  • Untuk pemasangan harddsik akan dipasang dibagian dakan casing, pertama-tama pasang harddisk dengan menyambungkan ke kabel data pada motherboard SATA/IDE, dan kabel power dari Power Supply
cara mudah merakit komputer dirumah

#8. Cara Pasang VGA Card untuk Merakit Komputer
Tahukah anda bahwa VGA Card merupakan perangkat tambahan pada komputer, tujuanya adalah untuk membuat grafis komputer lebih baik. Atau fungsinya dapat anda rasakan ketika bermain game atau rendering video dan animasi, jika spesifikasi dari VGA Card yang tinggi maka akan memiliki hasil yang bagus pula.
cara pasang rakit komputer

Nah untuk bagian slot dari VGA Card pada motherboard saat ini dikenal dengan istilah PCI Express. Untuk lokasi slot ini berada dibagian bawah dari socket processor, terlebih dahulu anda buka penutup belakang casing, cara pemasanganya pun hampir sama dengan RAM. Anda cukup sesuaikan bentuk dari socket yang ada, lalu tekan hingga VGA Carrd benar-benar terkunci. Jika anda memakai VGA Card berarti pada port output yang terhubung ke monitor berpindah ke vga card, untuk memasang

#9. Tahap Terakhir Perakitan Komputer
Setelah sobat memastikan bahwa semuanya sudaht erpasang dengan benar, jangan lupa untuk menutup casing dan biarkan pada bagian samping terbuka. Kemudian anda sambungkan semua perangkat input seperti keyboard.moyuse dan ourput device seperti audio speaker dan monitor atau LED.
cara rakit komputer praktis sendiri

Lalu pasang kabel power untuk power supply untuk di aliri arus listrik, kemudian tombol power pada casing. Jika semuanya sudah lengkap, maka anda dapat menutup semua casing dengan rapat.

#10. Instal Sistem Operasi
Ketika sudah melakukan perakitan komputer, maka jangan lupa untuk menginstal sistem operasi. Namun sebelum itu pastikan anda sudah memiliki sistem operasi yang hendak dipasang. Sistem Operasi atau OS juga bertugas untuk melakukan kontrol pada perangkat keras dan operasi-operasi dasar sistem, ini termasuk untuk menjalnkan perangkat lunak atau software yang ada dikomputer nantinya seperti browser dan aplikasi lainya.
Dalam sistem iperasi umumnya dibagi menjadi 3 kelompok sistem operasi seperti
 Microsoft, UNIX dan Mac Os, yang dimana paling banyak dikapai adalah sistem operasi dari Microsoft yang bernama Windows.
Dalam penginstallan OS ada baiknya jika anda menyesukan dengan kebutuhan anda, jika anda merupakan pelajar atau pekerja kantoran yang tidak terlalu memhami rinci komputer maka alankah baiknya memilih microsoft, karena sistem ini adalah sistem palin banyak digunakan dan memiliki progrma yang umum oleh pelajar seperti Microsoft Office. Tapi tidak ada salahnya jika anda memakai Sistem Operasi Mac Os atau Unik yang pasti berbeda dibandingkan Microsoft.
Ada beberapa kesalahan yang terjadi ketika merakit komputer biasanya terletak pada pemasangan slot atau socket, pada motehrboard biasanya dilengkapi dengan pendeteksi keslahan dengan menghasilnkan bunyi Beep. Pada bunyi beep akan terjaid bila terdapat keruskana pad RAM atau VGA Card, maka jika komputer anda sudah tidak ada masalah lagi, silahkan instal sistem operasi pilihan anda.
Nah mungkin cukup sekiand sobat artikel tentang cara merakit komputer pc  seperti yang sudah saya jelaskan diatas, semoga dapat membantu anda dalam merakit komputer dirumah

       PENGALAMAN SAAT MAGANG DI SMK NEGERI 1 MARTAPURA Assalamu’alaikum wr.wb.    Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ...